Berdasarkan sistem bidiknya kamera dibagi-bagi menurut jenisnya
• View Camera (kamera pengamat)
Jenis kamera kuno, pembidik melihat bayangan objek dari kaca buram
(ground-glass) yang langsung ada dibelakang lensa dengan gambar
terbalik, setelah difokuskan dengan menggeser-geser bagian lensanya,
kaca buramnya ditukar dengan film. Pada versi yang lebih modern sistem
pembidiknya diubah dengan penta prisma yang besar.
• View Finder Camera (kamera pembidik)
Jenis kamera poket, sangat praktis penggunaannya, lensa pengamat bidikannya ada atas samping lensa utama,
• Range Finder Camera (kamera penemu jarak)
Penemu jaraknya terdiri dari lensa kecil, disamping lensa pengamat
bidikan yang akan menimbulkan gambar kedua dalam bidikan, kamera ini
sudah mengunakan gelang fokus di bagian lensanya.
Berdasarkan kedudukan sistem pembidik dan fim kamera dibagi menjadi
• Single Lens Reflex (SLR)
Jenis terpopuler untuk amatir dan profesional, pengamat bidikan
ditambah cermin pantul dan penta prisma sehingga bayangan tidak
terbalik, kita akan banyak membahas pada jenis kamera ini.
• Twin Lens Reflex (TLR)
Jenis kamera studio, memakai sistem lensa kembar, satu untuk film yang satu lagi untuk pengamat bidikan.
Berdasarkan penggunaan dalam dunia fotografi kamera dibagi menjadi
• Kamera Udara
Digunakan untuk pemetaan bumi, terpasang pada dasar pesawat, film yang digunakan berukuran besar.
• Kamera percetakan (Lithography Camera)
Digunakan untuk membuat pelat cetak, kameranya sangat besar, film yang
digunakan berukuran dalam orde puluhan centimeter sampai meter, film
yang digunakan jenis ortho film.
• View Camera Plaubel
Digunakan
untuk pemotretan arsitektur, kelebihannya terletak pada posisi lensa
dan filmyang dapat diubah-ubah sudutnya ( antara film dan lensa tidak
sejajar), sehingga perspektif dapat diubah-ubah
• Kamera studio
Digunakan untuk membuat hasil cetak berukuran besar sehingga film harus
berukuran cukup besar (6 x 6 cm) untuk menjamin mutu cetak secara
maksimal
• Kamera Dalam air
Digunakan para penyelam atau petualang untuk memotet kegiatan atau objek mereka
• Kamera 3-D
Mempunyai 2 lensa, yang membuat sekaligus 2 gambar tiap kali
pemotretan, untuk mengamati fotonya harus menggunakan pengamat stereo,
sehingga pengamat mendapat kesan melihat objek 3 dimensi
• Kamera Polaroid (Instan Camera)
Kamera langsung jadi ini digunakan untuk membuat pas foto, dunia
parawisata, juga digunakan sebagai kamera penolong dalam studio untuk
menilai pencahayaan objek
Dan
masih banyak lagi pengunaan kamera khusus dibidang pekerjaan lain. Pada
perkembangan akhir-akhir ini telah ada kamera yang sistem kerja dan
reproduksinya tidak lagi konvensional yaitu seperti :
• Kamera disk
Sarana penyimpanan gambarnya memakai film yang berbentuk cakram (disk),
sementara proses pencucian dan pencetakan masih seperti film biasa
• Kamera digital
Kamera ini tidak lagi memakai film sebagai pengambil gambar tetapi
diganti dengan alat sensor peka cahaya, sensor ini akan menyimpan
informasinya kedalam disket atau ke alat penyimpan memori (RAM),
selanjutnya informasi yang berbentuk digital ini diproses melalui
komputer dan pencetakanya memakai Thermal Printer .
Berdasarkan format/ukuran film yang digunakan kamera dibagi • Kamera 126 mm
Ukuran film 28 x 28 mm, filmnya di dalam kemasan cartridge
• Kamera 120 mm
Ukuran film dengan lebar 6 cm
• Kamera 110 mm
Ukuran film 13 x 17 mm, filmnya di dalam kemasan cartridge
• Kamera 35 mm
Ukuran film 24 x 36 mm, filmnya di dalam kemasan kaset
• Kamera 8 mm
Ukuran film 8 x 11 mm, filmnya di dalam kemasan cartridge